Example 728x250
Ulumul Quran

AYAT-AYAT MUHKAMAT

29
×

AYAT-AYAT MUHKAMAT

Share this article
Example 468x60

Penulis: Ramadhani, Mahasiswa IPS 2023 IAIN Ponorogo

Al-Qur’an Media – Secara bahasa, term ‘Muhkam’ berasal dari bahasa Arab ; Muhkam. Secara etimologis kata ‘muhkam’ berasal dari ‘ihkam’ yang menurut al-Zarqani mempunyai berbagai konotasi, namun mengacu pada satu pengertian, yaitu “al-man’u” yang berarti mencegah, ‘ahkamul amri’ artinya “membuat sesuatu itu menjadi kokoh dan tercegah dari kerusakan”. Pengertian serupa ini juga diakui dalam kamus bahasa Arab misalnya dalam Tartib al-Qamus al-Muhith. Dalam hubungan ini maka penetapan sanksi hukum, ialah menetapkan ketentuan-ketentuan, yang dengannya seseorang tercegah dari berbuat sesuatu diluar ketentuan tersebut dan ketentuan itu harus sesuatu yang jelas dan tegas.

Dari pengertian ini muncul kata al-hikmah (kebijaksanaan), karena ia dapat mencegah pemiliknya dari hal-hal yang tidak pantas. Dan juga kata al-hukm yang berarti memisahkan dua hal. Al-hakim adalah orang yang mencegah terjadinya kezaliman, memisahkan antara yang hak dan yang batil, dan antara yang jujur dan bohong. Pengertian secara bahasa ditemukan juga bahwa muhkam berasal dari kata-kata “hakamtu dabbata wa ahkamtu” yang artinya saya menahan bintang itu. Kata al-hukm berarti memutuskan antara dua hal atau perkara. Maka hakim adalah orang yang mencegah yang zalim dan memisahkan antar dua belah pihak yang bersengketa, memisahkan antara yang hak dengan yang batil serta antara kebenaran dan kebohongan. Jika dikaitkan dengan ayat-ayat al-Qur’an itu disusun secara rapi dan kokoh. Tidak ada celah sedikitpun untuk mengkritiknya dari sudut manapun karena, baik kata-kata, penempatannya dalam kalimat, maupun susunan kalimatnya sangat rapi dan kokoh. Pengertian secara bahasa inilah yang dimaksud oleh firman Allah dalam ayat pertama dari surat Hud dan Yunus :

الٓر ۚ كِتَـٰبٌ أُحْكِمَتْ ءَايَـٰتُهُۥ ثُمَّ فُصِّلَتْ مِن لَّدُنْ حَكِيمٍ خَبِيرٍ

كِٰت ۗ ٰر ۤل ا. Alif Lam Ra. (Inilah) Kitab yang ayat-ayatnya disusun dengan rapi kemudian dijelaskan secara terperinci, (yang diturunkan) dari sisi (Allah) Yang Mahabijaksana, Mahateliti. “(Q.s. Hud:11:1)

الٓر ۚ تِلْكَ ءَايَـٰتُ ٱلْكِتَـٰبِ ٱلْحَكِيمِ

ٰايٰ َك ۗتِْل ٰر ۤل ا. Alif Lam Ra. Inilah ayat-ayat Al-Qur’an yang penuh hikmah. “(Q.s. Yunus:10:1)

Al-Qur’an seluruhnya muhkam dalam arti seluruh ayat-ayat al-Qur’an itu kokoh, fasih, indah dan jelas, membedakan antara hak dengan yang batil dan antara yang benar dengan yang dusta. Inilah yang dimaksud dengan al-hikam al-‘am atau muhkam dalam arti umum.

Secara terminologis, pengertian muhkam dukalangan ulama banyak pendapat. Seperti al-Suyuthi telah mengemukakan delapan belas definisi, dan al-Zarkoni juga telah mengemukakan sebelas definisi. Dari seluruh definisi tersebut yang sering digunakan ialah:

  • Muhkam adalah ayat yang mudah diketahui
  • Muhkam adalah ayat yang tidak mungkin dapat diartikan dari isi lain.
  • Muhkam adalah ayat yang hanya mengandung satu
  • Muhkam adalah ayat yang maksudnya dapat diketahui secara langsung, tanpa memerlukan keterangan
  • Muhkam ialah ayat yang jelas maknanya dan tidak masuk kepadanya isykal (kepelikan).
  • Muhkam adalah ayat yang pemahaman maknanya berdiri
  • Muhkam adalah ayat yang maksudnya segera dapat diketahui tanpa takwil terlebih
  • Muhkam adalah ayat yang berbicara tentang kefarduan, ancaman, dan
  • Muhkam adalah ayat yang menghapus (nasikh), berbicara tentang halal, haram, ketentuan-ketentuan (hudud), kefarduan, serta yang harus diimani dan
  • Muhkam adalah ayat-ayat yang
  • Muhkam adalah ayat yang harus diimani dan

Dari uraian diatas dapat diketahui dua hal yang penting yang perlu dicermati yaitu dalam memahami muhkam kita tidak banyak mengalami kesulitan. Adapun secara istilah, para ulama berbeda pendapat dalam mengartikan muhkam. Diantaranya pendapat-pendapat itu adalah : Dalil yang jelas dan tidak mengandung adanya penasakhan (penghapusan). Ayat yang hanya mengandung satu tafsir saja. Ayat yang bisa dipahami tanpa membutuhkan rujukan kepada ayat lain. Ulama yang berpendapat dengan pendapat pertama diantaranya adalah

Diantara perbedaan pendapat tersebut, Ibnu Hazm mengatakan bahwa ada dua pendapat yang paling benar. Yang pertama yaitu ayat yang maknanya sudah jelas, dapat menghilangkan musykilah dan kemungkinan-kemungkinan yang ada. Yang kedua adalah ayat yang sudah tersusun dengan susunan yang bisa dipahami baik itu ditafsirkan ataupun tidak tanpa adanya perselisihan. Dapat dipahami dengan melihat zhahirnya, tidak mempunyai kemungkinan dihapus hukumnya dan tidak memerlukan keterangan dari ayat lain untuk memahaminya.

Ayat-Ayat Muhkamat 

Menurut kebanyakan ulama, sebab adanya ayat-ayat muhkamat itu sudah jelas, yakni seperti keterangan pada ayat 1 surah Hud yang artinya: “suatu kitab yang ayat-ayatnya disusun dengan rapi.” Juga karena kebanyakan tertib dan susunan ayat-ayat AL-Qur’an itu rapi dan urut, maknanya juga mudah dicerna akal pikiran karena tidak samar artinya sehingga dapat dipahami umat dengan mudah. Berikut adalah contoh dari ayat muhkam

يَـٰٓأَيُّهَا ٱلنَّاسُ ٱعْبُدُوا۟ رَبَّكُمُ ٱلَّذِى خَلَقَكُمْ وَٱلَّذِينَ مِن قَبْلِكُمْ لَعَلَّكُمْ تَتَّقُونَ

Artinya: “Wahai manusia! Sembahlah Tuhanmu yang telah menciptakan kamu dan orang- orang yang sebelum kamu, agar kamu bertakwa”. (Al-Baqarah: 21)

وَأَقِيمُوا۟ ٱلصَّلَوٰةَ وَءَاتُوا۟ ٱلزَّكَوٰةَ وَٱرْكَعُوا۟ مَعَ ٱلرَّٰكِعِينَ 

Artinya: “Dan laksanakanlah salat, tunaikanlah zakat, dan rukuklah beserta orang yang rukuk”. (Al-Baqarah: 43)

َواَ َح َّل ا ٰ’ّللُ الَْب›ْي َع َو َحَّرَم ال’ِربٰوا

Artinya: “Allah telah menghalalkan jual beli dan mengharamkan riba”. (Al-Baqarah: 275)

Hikmah Ayat-Ayat Mukhamat

  1. Mendorong manusia mengetahui arti dari juga memudahkan mereka dalam menghayati makna maksudnya agar mudah mengamalkan pelaksanaan ajaran-ajarannya.
  2. Menghilangkan kesulitan dan kebingungan umat dalam mempelajari isi ajarannya, karena lafal ayat-ayat dengan sendirinya sudah dapat menjelaskan arti

Ayat muhkam ialah ayat-ayat yang maknanya sudah jelas, dapat menghilangkan musykilah dan kemungkinan-kemungkinan yang ada seperti yang dikemukakan oleh Ibn Hazm. Pada akhirnya dapat disimpulkan bahwa muhkam adalah ayat-ayat yang maknanya sudah jelas dan tidak samar lagi. Al-Qur’an yang berfungsi sebagai bayan (penjelas) dan hudan (petunjuk) dimana didalamnya terdapat ayat yang tersurat atau muhkam. Lebih dari itu, al- Qur’an memiliki fungsi sebagai mukjizat dan kitab sastra yang terbesar sepanjang sejarah manusia didalamnya juga memuat ayat yang tersirat atau mutasyabih yang tidak akan ada habisnya untuk dikaji dan diteliti.

Daftar Pustaka  

Munir, H Zainal Arifin. “Nilai-Nilai Pendidikan Dari Adanya Term Muhkam Dan Mutasyabih Dalam Tafsir Al- Qur ’ an 4, no. 2 (2021): 199–212.

Rahman, Miftahur, U I N Sunan, and Kalijaga Yogyakarta. “Konsep Muhkam Dan Mutasyabih Dalam Alqur ’ an Menurut Muhammad ‘ Abid Al -Jabiri Pendahuluan,” n.d. https://doi.org/10.1234/hermeneutik.v12i1.60216072.

Turmuzi, Muhamad. “JURNAL AL-WAJID Studi Ulumul Qur ’ an : Memahami Kaidah Muhkam-Mutasyabih Dalam Al- Qur ’ an JURNAL AL-WAJID” 3, no. 1 (2022): 562–84.

Example 300250

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.