Example 728x250
Ushul Fiqih

Ijma’ dan Qiyas Dalam Hukum Islam

112
×

Ijma’ dan Qiyas Dalam Hukum Islam

Share this article
Example 468x60
Ijma’ dan Qiyas

Ijma’ dan qiyas adalah bagian dari sumber hukum yang sudah di sepakati ulama’. Dalam menggali hukum Islam seseorang memang harus menggali terlebih dahulu dari Al-Quran dan hadis.

Setelah itu jika tidak menemukan baru menggali dalam ijma’ dan jika masih tidak menemukan lagi, maka ia harus mengginakan qiyas sebegai sumber hukum dalam merumuskan hukum.

Untuk lebih jelasnya berikut ini penjelasan ijma’ dan qiyas.

Apa Itu Ijma’

Sumber hukum islam yang ketiga yaitu ijma’. Ijma’ adalah kesepakatan seluruh mujtahid pada masanya setelah wafatnya Rasulullah Saw. Ijma’ ada dua yaitu ijma’ sharih dan ijma’ sukuti. Ijma’ sharih ialah ijma’ yang mana semua mujtahid menyepakatinya. Sedangkan ijma’ sukuti adalah ijma’ yang disepakat oleh sebagian mujtahid dan yang lainnya diam tetapi juga tidak mengingkari.

Dalam ijma’ sharih semua ulama’ sepakat bahwa ijma’ sharih ini dapat di jadikan sebagai hujah dan dalil sumber hukum Syari’at. Berbeda dengan  ijma’ sukuti,  ulama’  masih khilaf, menurut Syafi’iyah dan Dhahiriyah ijma’ sukuti tidak dapat jadikan sebagai hujjah.

Sedangkan Hanafiyah, Malikiyah dan Ahmad mengatakan ijma’ sukuti dapat di jadikan sebagai hujah. Dalam hal ijma’ ini penulis tidak akan panjang  dalam menjelaskannya, karena ada pembahasan sendiri pada babnya.

Dalil-dalil tentang ijma’ terambil dari tiga hal, yaitu Al-Qur’an , hadis dan aqli. Dalil ijma’ dari Al-Qur’an  di antaranya:

1. An-Nisa’ ayat 115, Allah Swt. berfirman:

وَمَنْ يُّشَاقِقِ الرَّسُوْلَ مِنْۢ بَعْدِ مَا تَبَيَّنَ لَهُ الْهُدٰى وَيَتَّبِعْ غَيْرَ سَبِيْلِ الْمُؤْمِنِيْنَ نُوَلِّه مَا تَوَلّٰى وَنُصْلِه جَهَنَّمَۗ وَسَاۤءَتْ مَصِيْرًا ࣖ

Artinya: “Dan barang siapa menentang Rasul (Muhammad) setelah jelas kebenaran baginya, dan mengikuti jalan yang bukan jalan orang-orang mukmin, Kami biarkan dia dalam kesesatan yang telah dilakukannya itu dan akan Kami masukkan dia ke dalam neraka Jahanam, dan itu seburuk-buruk tempat kembali”.

Ayat ini menjelaskan tentang kewajiban umat Islam mengikuti Rasulullah Saw. dan jalan orang-orang mu’min dan haram hukumnya berbeda dengan jalan yang di sepakati umat Islam. Dalam hal ini ijma’ bagian dari jalan orang-orang yang beriman.

Maka dari itu mengikuti ijma’ sama halnya dengan mengikuti jalan orang-orang yang beriman, mengikuti jalan orang beriman sama dengan mengikuti Rasulullah Saw.

Dalil ijma’ dari hadis ialah jumlahnya banyak. Dalil-dalil hadis ini adalah dalil ijma’ yang paling jelas dalam menjelaskan kehujjahan ijma’. Dalil-dalil hadi ini antara lain:

عن اَنَسَ بْنَ مَالِكٍ يَقُولُ سَمِعْتُ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَقُولُ إِنَّ أُمَّتِي لَا تَجْتَمِعُ عَلَى ضَلَالَةٍ فَإِذَا رَأَيْتُمْ اخْتِلَافًا فَعَلَيْكُمْ بِالسَّوَادِ الْأَعْظَمِ

Arrtinya: Dari Anas bin Malik berkata, “Aku mendengar Rasulullah Saw. bersabda: “Sesungguhnya umatku berkumpul atas kesesatan, apabila kalian melihat perselisihan maka kalian ikutilah kelompok yang besar.” (HR. Ibnu Majah)

Apa Itu Qiyas

Sumber hukum islam yang keempat ialah qiyas.  Qiyas secara bahasa berarti takaran, kadar, dimensi, ukuran, format, timbangan. Menurut istilah Ahli ushul fiqih qiyas adalah menyamakan hukum permasalahan di masyarakat yang belum ada hukumnya dalam nash (Al-Qur’an  dan hadis) dengan sesuatu yang sudah ada hukumnya dalam nash (Al-Qur’an  dan hadis) karena memiliki kesamaan ‘illat antara keduanya.

Misalnya narkoba, minuman keras, alkohol dan setiap perkara yang memabukkan lainnya di qiyaskan dengan keharaman khamr dalam Al-Qur’an  QS. Al-Maidah: 90:

يٰٓاَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوْٓا اِنَّمَا الْخَمْرُ وَالْمَيْسِرُ وَالْاَنْصَابُ وَالْاَزْلَامُ رِجْسٌ مِّنْ عَمَلِ الشَّيْطٰنِ فَاجْتَنِبُوْهُ لَعَلَّكُمْ تُفْلِحُوْنَ

Artinya: “Wahai orang-orang yang beriman! Sesungguhnya minuman keras, berjudi, (berkurban untuk) berhala, dan mengundi nasib dengan anak panah, adalah perbuatan keji dan termasuk perbuatan setan. Maka jauhilah (perbuatan-perbuatan) itu agar kamu beruntung. (QS. Al-Maidah: 90)

Mayoritas ulama’ berpendapat bahwa qiyas dapat di jadikan hujah dalam permasalahan hukum-hukum Syari’at amaliyah.  Menurutnya qiyas ini menempati urutan keempat dalam sumber-sumber syari’at hukum Islam setelah Al-Qur’an , hadis dan ijma’.

Artinya dalam menghukumi sesuatu seseorang harus mencari dari Al-Qur’an , hadis dan ijma’ dan qiyas, namun qiyas baru dapat di gunakan ketika hukum sudah tidak di temukan dalam Al-Qur’an , hadis dan ijma’.

Mayoritas ulama’ menggunakan dalil-dalil dari Al-Qur’an , hadis, fatwa dan perbuatan sahabat. Dalil-dalil Al-Qur’an  antara lain  yaitu pertama yaitu QS. An-Nisa’ : 59:

يٰٓاَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوْٓا اَطِيْعُوا اللّٰهَ وَاَطِيْعُوا الرَّسُوْلَ وَاُولِى الْاَمْرِ مِنْكُمْۚ فَاِنْ تَنَازَعْتُمْ فِيْ شَيْءٍ فَرُدُّوْهُ اِلَى اللّٰهِ وَالرَّسُوْلِ اِنْ كُنْتُمْ تُؤْمِنُوْنَ بِاللّٰهِ وَالْيَوْمِ الْاٰخِرِۗ ذٰلِكَ خَيْرٌ وَّاَحْسَنُ تَأْوِيْلًا ࣖ

Artinya: “Wahai orang-orang yang beriman! Taatilah Allah dan taatilah Rasul (Muhammad), dan Ulil Amri (pemegang kekuasaan) di antara kamu. Kemudian, jika kamu berbeda pendapat tentang sesuatu, maka kembalikanlah kepada Allah (Al-Qur’an) dan Rasul (sunnahnya), jika kamu beriman kepada Allah dan hari kemudian. Yang demikian itu lebih utama (bagimu) dan lebih baik akibatnya. (QS. An-Nisa’ : 59)

Menurut qaul shahih kata fa’tabiru di atas  mengqiyaskan sesuatu dengan sesuatu yang lain. Untuk konteks ayat di atas adalah mengqiyaskan Bani Nadhir dengan orang-orang kafir Ahlul kitab. Sama halnya ijma’, dalam qiyas ini penulis juga tidak panjang lebar membahasnya mengingat akan ada pembahasan tersendiri dalam babnya.

Baca juga: 

Refrensi: 

1. Al-Banani, Abdur rahman Bin Jadalah. Hasyiyah Al-’Alamah Al-Banani. Libanon: Dar al-Kutub al-’Ilmiah, 2006.
2. Al-Zuhaili, Muhamad Musthofa. Al-Wajiz Fi Ushul Fiqhi Al-Islami. Siria: Dar Al-Khair Lithaba’ah Wan Nasyr, 2006.
3. Khalaf, Abdul Wahab. Ilmu Ushul Fiqih Wa Khulashakh Tarikh Tasyri’.
Example 300250

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.