Example 728x250
Ulumul Quran

Macam Macam Kisah Dalam Al-Qur’an

40
×

Macam Macam Kisah Dalam Al-Qur’an

Share this article
Example 468x60

Penulis: Ridha Ramadhani, Mahasiswa IPS 2023 IAIN Ponorogo

Al-Qur’an Media – Al-Quran sebagai kitab suci umat Islam, bukan hanya berisi hukum dan petunjuk hidup, tetapi juga berbagai kisah yang sarat dengan hikmah dan pelajaran. Kisah-kisah dalam Al-Quran mencakup berbagai tema, mulai dari kisah para nabi dan rasul, kisah bangsa-bangsa terdahulu, hingga kisah tentang kehidupan setelah mati. Setiap kisah memiliki makna dan pesan tersendiri yang relevan dengan kehidupan manusia.

Artikel ilmiah ini bertujuan untuk membahas dan menganalisis beberapa kisah dalam Al-Quran. Melalui pembahasan mendalam tentang konteks, interpretasi, dan aplikasi dari kisah-kisah tersebut, artikel ini berusaha untuk mengungkap hikmah dan pelajaran yang dapat diambil dari kisah-kisah Al-Quran. Diharapkan melalui pembacaan artikel ini, pembaca dapat memahami lebih dalam makna dan pesan yang terkandung dalam kisah-kisah Al-Quran dan bagaimana mereka dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.

1. Macam-macam Kisah dalam Al-Qur’an

Kisah-kisah di dalam Al-Qur’an itu bermacam-macam, ada yang menceritakan tentang Nabi-nabi dan Umat-umat terdahulu, ada yang mengisahkan berbagai macam peristiwa yang terjadi dimasa lalu, dan ada juga hikayat yang berkaitan dengan peristiwa-peristiwa yang terjadi pada masa Rasulullah.

2. Ditinjau Dari Sisi Pelaku

Manna Al-Qaththan, membagi kisah-kisah Al-Qur’an dalam tiga bagian, yaitu:

  • Kisah para Nabi terdahulu, bagian ini menyangkut ajakan para Nabi kepada kaumnya; mukjizat-mukjizat dari Allah yang memperkuat dakwah mereka, sikap orang-orang yang memusuhinya, serta tahapan- tahapan dakwah, perkembangannya, dan akibat yang menimpa orang beriman dan orang yang mendustakan para Nabi. Contohnya: kisah Nabi Nuh, Nabi Ibrahim, Nabi Musa, Nabi Isa, Nabi Muhammad, dan nabi-nabi serta rasul-rasul lainnya
  • Kisah yang berhubungan dengan kejadian pada masa lalu dan orang-orang yang tidak disebutkan kenabiannya, seperti kisah orang-orang yang keluar dari kampung halamannya, Thalut dan Jalut, anak- anak Adam, penghuni gua. Dzulkarnain, Qarun, Ashab As-Sabti (para pelanggar ketentuan hari sabtu), Ashab Al-Fiil (Pasukan Abrahah yang berkendaraan gajah ketika menyerang Ka’bah), dan lain sebagainya.
  • Kisah-kisah yang terjadi pada masa Rasulullah, misalnya: kisah perang Badar dan Uhud dalam Surat Ali Imran, perang Hunain dan Tabuk dalam surat At- Taubah, perang Ahzab dalam surat Al-Ahzab, Isra dari Masjidil-Haram ke Masjidil-Aqsha dan dan lain lain

3. Dilihat Dari Segi Panjang-Pendeknya

Dilihat dari panjang pendeknya, kisah-kisah Al-Qur’an dapat dikelompokkan menjadi tiga macam:

  • Kisah Panjang, Contohnya kisah Nabi Yusuf dalam surat Yusuf (12) yang hamper seluruh ayatnya mengungkapkan kehidupan Nabi Yusuf, sejak masa kanak-kanaknya sampai dewasa dan memiliki kekuasaan. Contoh lainnya adalah kisah Nabi Musa dalam surat Al-Qashash (28), kisah Nabi Nuh dan kaumnya dalam surat Nuh (71) dan lain-lain.Kisah yang Lebih Pendek dari bagian pertama tadi, seperti kisah Maryam dalam surat Maryam (19), kisah Ashab Al-Kahfi pada surat Al-Kahfi (18), kisah Nabi Adam dalam surat Al-Baqarah (2), dan surat Thaha (20), yang terdiri atas sepuluh atau beberapa belas ayat saja.
  • Kisah Pendek, yaitu kisah yang jumlahnya kurang dari sepuluh ayat, misalnya kisah Nabi Hud dan Nabi Luth dalam surat Al-A’raf (7), kisah Nabi Shalih dalam surat Hud (11), dan lain-lain.

4. Tujuan Kisah dalam al-Qur’an

Kisah-kisah dalam al-Qur’an memiliki manfaat dan faedah oleh umat Islam khususnya dan seluruh umat manusia umumnya. Di antara tujuan kisah-kisah dalam al-Qur’an adalah:

  •  Penjelasan ajaran tauhid

Penjelasan al-Qur’an tidak terlepas pada upaya pemantapan aqidah dan tauhid, walaupun terkadang kisah-kisah dalam al-Qur’an terlihat sebagai sebuah masa lalu. Sebagaimana yang telah dijelaskan Allah SWT dalam al-Qur’an.

وَمَآ اَرْسَلْنَا مِنْ قَبْلِكَ مِنْ رَّسُوْلٍ اِلَّا نُوْحِيْٓ اِلَيْهِ اَنَّهٗ لَآ اِلٰهَ اِلَّآ اَنَا۠ فَاعْبُدُوْنِ

“Dan Kami tidak mengutus seorang Rasul pun sebelum kamu melainkan Kami wahyukan kepadanya: “Bahwasanya tidak ada Tuhan (yang hak) melainkan Aku, Maka sembahlah olehmu sekalian akan aku”.

Ayat ini menjelaskan ajaran tauhid yang dibawa Rasulullah SAW dan para Nabi dan Rasul sebelumnya.13 Dengan demikian , ajaran tauhid merupakan ajaran utama para Nabi dan Rasul sejak Nabi Adam hingga masa Rasullah SAW.

Di antara faktor yang menjadi bangsa Arab pada masa Nabi Muhammad SAW enggan beriman adalah keragu-raguan mereka akan ajaran Nabi yang berbeda dengan Nabi sebelumnya. Padahal semua ajaran para Nabi dan Rasul sebelumnya sama.

  • Meneguhkan hati Rasulullah SAW

Sebagaimana lumrahnya manusia-manusia lainnya, Nabi Muhammad SAW juga memiliki rasa kuatir. Adanya kisah-kisah dalam al-Qur’an memberi dampak kekuatan batin dan kemantapan Rasulullah SAW. Sebagaimana yang telah Allah SWT jelaskan dalam al-Qur’an.

وَكُلًّا نَّقُصُّ عَلَيْكَ مِنْ اَنْۢبَاۤءِ الرُّسُلِ مَا نُثَبِّتُ بِهٖ فُؤَادَكَ وَجَاۤءَكَ فِيْ هٰذِهِ الْحَقُّ وَمَوْعِظَةٌ وَّذِكْرٰى لِلْمُؤْمِنِيْنَ

“Dan semua kisah rasul-rasul, Kami ceritakan kepadamu (Muhammad), agar dengan kisah itu Kami teguhkan hatimu; dan di dalamnya telah diberikan kepadamu (segala) kebenaran, nasihat dan peringatan bagi orang yang beriman”

 

 

  • Kebenaran risalah Rasulullah SAW

Rasulullah SAW seorang yang ummi sebagaimana kejadian saat menerima wahyu pertama kalinya, nampaklah kebenaran atas wahyu yang diterimanya. Hal ini dapat dipahami karena, jika tanpa wahyu dari Allah SWT, mustahil Nabi Muhammad SAW yang ummi, mengetahui berbagai kawasan yang menjadi tempat para Nabi terdahulu dan bisa menceritakan kisah para Nabi dan Rasul terdahulu secara tepat. Sebagaimana yang telah  allah SWT jelaskan dalam al-Qur’an.

تِلْكَ مِنْ أَنۢبَآءِ ٱلْغَيْبِ نُوحِيهَآ إِلَيْكَ ۖ مَا كُنتَ تَعْلَمُهَآ أَنتَ وَلَا قَوْمُكَ مِن قَبْلِ هَٰذَا ۖ فَٱصْبِرْ ۖ إِنَّ ٱلْعَٰقِبَةَ لِلْمُتَّقِينَ

“Itu adalah di antara berita-berita penting tentang yang ghaib yang Kami wahyukan kepadamu (Muhammad); tidak pernah kamu mengetahuinya dan tidak (pula) kaummu sebelum ini. Maka bersabarlah; Sesungguhnya kesudahan yang baik adalah bagi orang- orang yang bertakwa.”

 

5. Hikmah Kisah-Kisah dalam Al-Qur’an

Kisah-kisahdalam Al-Qur’anul Karim banyak mengandung manfaat, diantaranya:

  • Menjelaskan asas-asas dakwah menuju Allah dan menerangkan pokok-pokok syari’at yang dibawa oleh para Nabi
  • Meneguhkan hati Rasulullah dan hati umat Muhammad atas agama Allah, memperkuat keyakinan orang mukmin tentang menangnya kebenaran dan para pendukungnya serta hancurnya kebatilan dan para pembelanya.
  • Membenarkan para Nabi terdahulu, menghidupkan kenangan terhadap mereka serta mengabadikan jejak dan peninggalannya.
  • Menampakkan kebenaran. Muhammad dalam dakwahnya dengan apa yang diberitakannya tentang hal ihwal orang-orang terdahulu, sepanjang kurun dan generasi.
  • Membuka tabir kebohongan ahli kitab dengan hujjah yang membeberkan keterangan dan petunjuk yang mereka sembunyikan, dan menantang mereka dengan isi kitab mereka sendiri sebelum kitab itu diubah dan diganti.
  • Kisah termasuk salah satu bentuk sastra yang dapat menarik perhatian para pendengar dan memantapkan pesan-pesan yang terkandung di dalamnya ke dalam jiwa.
  • Memperlihatkan Al-Qur’an, menunjukkan kebenaran Al-Qur’an dan kisah-kisahnya, karena segala apa yang dijelaskan Allah dalam Al-Qur’an adalah benar.
  • Menanamkan pendidikan Akhlaqul-karimah, karena kisah-kisah teladan dapat meresap dalam hati nurani, mendidik kita supaya meneladani kisah-kisah yang baik dan tidak mencontohi sikap yang buruk yang diperagakan oleh orang-orang kafir, munafik dan musyrik dalam kisah-kisah tersebut.

 

KESIMPULAN

Al-Qur’an merupakan sumber hukum paling utama bagi umat Islam, M.Quraish Shihab berpendapat bahwa al-Qur’an secara harfiyah berarti “bacaan sempurna.” Kata al-Qur’an ini merupakan suatu nama pilihan Allah SWT yang sangat tepat. Selain memuat ajaran berupa aqhidah, syari’ah, akhlaqh, janji dan ancaman, juga berisikisah-kisah, terutama kisah seputar para Nabi dan umat sebelum Nabi Muhammad SAW serta umat lainnya.

Kisah-kisah dalam Al-Quran sangat beragam, ada yang menceritakan tentang para nabi dan para pendahulu, ada pula yang menceritakan tentang berbagai peristiwa yang terjadi di masa lalu, dan ada juga cerita yang berkaitan dengan peristiwa yang terjadi pada masa Nabi. Kisah-kisah di dalam Al-Qur’an itu bermacam-macam, ada yang menceritakan tentang Nabi-nabi dan Umat-umat terdahulu, ada yang mengisahkan berbagai macam peristiwa yang terjadi dimasa lalu, dan ada juga hikayat yang berkaitan dengan peristiwa-peristiwa yang terjadi pada masa Rasulullah.

DAFTAR PUSTAKA

Quraish Shihab, Wawasan al-Qur’an, (Penerbit Mizan: Bandung, 1998), hal. 3

Sa’id Yusuf Abu Aziz, Qashash al-Qur’an: Durus Wa ‘Ibar, (Dar al-Fajr li al-Turats: Kairo, 1999), hal. 7-8

Badri khaeruman, Sejarah Perkembangan Tafsir Al-Qur’an Cet. I ( Bandung: Pustaka Setia, 2004)

Example 300250

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.