Example 728x250
Ulumul Quran

MANTHUQ: MAKNA TERSIRAT DALAM AL-QUR’AN

133
×

MANTHUQ: MAKNA TERSIRAT DALAM AL-QUR’AN

Share this article
Example 468x60

Penulis: Maratussholihah, Mahasiswa IPS 2023 IAIN Ponorogo

Al-Qur’an Media – Dalam Ushul Fiqh, manthuq (منطوق) didefinisikan sebagai makna yang secara eksplisit dan gamblang terkandung dalam suatu teks, baik ayat Al-Qur’an maupun Hadits Nabi Muhammad SAW. Makna ini dapat dipahami secara langsung tanpa memerlukan interpretasi lebih lanjut. Sedangkan secara istilah dalam ilmu Ushul Fiqh, manthuq memiliki arti makna yang tersurat dan gamblang terkandung dalam suatu teks, baik ayat Al-Qur’an maupun Hadits Nabi Muhammad SAW. Maksudnya, makna ini bisa dipahami secara langsung tanpa memerlukan penafsiran lebih lanjut. Inti perbedaan dari ke dua nya yaitu jika secara bahasa manthuq adalah sesuatu yang di ucapkan atau di nyatakan sedangkan secara istilah manthuq adalah makna yang jelas dan gamblang dalam suatu teks

Secara bahasa, manthuq )منطوق( adalah isim mafül (passive participle) dari kata kerja

–  َي ْنطق – نطقا)˝ nathaqa طق

نَ( yang bermakna: berkata, berucap, bertutur, berbicara dan sebagainya.

ْل َه َوى ” Misalnya ا

ْن ع

ْنطق  وما”  )dan  tiadalah  yang  diucapkannya  itu  (Al-Qur’an)  menurut kemauan  hawa nafsunya),  (surah  an-Najm  [53]:  3).  Kata  manthig  )منطق(  bermakna  bahasa, kalam, ucapan, perkataan dan sebagainya; seperti pada ayat “الطير منطق علمنا” )kami telah diajari bahasa burung), (an-Naml ]27[: 16(. Sedang-kan kata manthuq )منطق( bermakna teks lafaz, atau kata yang diucapkan.

Terminologi Manthuq . manthüq dalam istilah ushul didefinisikan oleh para ulama dengan

ي مح   ل النطق” ظ

علَ ْي ِه اللَّ ْف

دَل َما ” )Makna yang ditunjukkan secara kognitif atau konseptual. Manthüq yang sharīh itu dinamakan dengan istilah ‘Ibarah al-Nash )النص عبارة di kalangan ulama mazhab Hanafiyah, 10 dan dinamakan Nash )النصر( dalam mazhab Zaidiyah.11 Atau bisa juga disebut sebagai “makna yang tersurat.” Kita bisa menamainya dengan “makna tekstual.”

Pengertian Mantuq

Manthuq dan Mafhum merupakan dua kaidah kebahasaan yang sangat penting dalam memahami isi kandungan Al-Quran. Ini adalah kaidah yang digunakan para ulama untuk memahami dan menginterpretasi ayat-ayat Al-Quran. Mantuk adalah istilah yang digunakan untuk menggambarkan apa yang diungkapkan melalui pengucapan (kata) dalam ayat-ayat Al- Quran. Hal ini disebut juga “makna yang ditunjukkan oleh ujaran”. Mantuk adalah istilah yang digunakan dalam konteks bahasa Arab, bahasa asli Al-Quran. Mantuk digunakan dalam pemikiran hukum Islam oleh Imam Syafi’i sebagai alat bukti (argumentasi) untuk menegakkan hukum. Konsep mantuk adalah perilaku yang diterima dan diperbolehkan oleh hukum Islam dan mencakup segala aktivitas yang tidak melanggar hukum Islam. Misalnya kegiatan yang tidak melanggar hukum Kamr, Diyat, Al-Qasama, Hiraba, Tazir, dan Hukum Perdamaian.

Manthuq merupakan istilah yang digunakan dalam konteks bahasa Arab, yang merupakan bahasa asli Al-Quran. Manthuq secara bahasa berarti “yang diucapkan”. Dalam ilmu ushul fiqh, manthuq diartikan sebagai makna yang terkandung dalam suatu lafaz secara jelas dan tegas, tanpa memerlukan interpretasi atau penafsiran lebih lanjut. Berikut Macam-macam manthuq:

  • Nash: Lafaz yang memiliki makna tegas dan jelas, tidak mengandung kemungkinan makna Contohnya, ayat Al-Qur’an yang melarang riba: “Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu memakan riba dengan berlipat ganda dan bertakwalah kepada Allah agar kamu beruntung.” (QS. Ali Imran: 130)
  • Zahir: Lafaz yang memiliki makna yang lebih kuat, meskipun masih memungkinkan adanya makna lain. Contohnya, ayat Al-Qur’an yang mewajibkan shalat: “Dirikanlah shalat dan tunaikanlah ” (QS. Al-Baqarah: 43)
  • Mu’awwal: Lafaz yang memiliki makna yang tidak tegas dan jelas, sehingga memerlukan interpretasi atau penafsiran lebih lanjut. Contohnya, ayat Al-Qur’an yang menyebutkan tentang tangan Allah: “Tangan Allah di atas tangan mereka.” (QS. Al-Fath: 10).

Manthuq juga di bagi bedasrkan tingkat kejelasan makna nya. Manthuq adalah makna yang terkandung dalam suatu lafaz secara jelas dan tegas. Berdasarkan tingkat kejelasan maknanya, manthuq terbagi menjadi dua jenis: manthuq sharih (manthuq jelas) dan manthuq ghairu sharih (manthuq tidak jelas). Memahami perbedaan kedua jenis manthuq ini penting dalam memahami teks-teks keagamaan dan hukum Islam dengan tepat.

Pembagian Mantuq

  1. Manthuq Sharih (Manthuq Jelas)

Manthuq sharih adalah lafaz yang memiliki makna yang sangat jelas dan tidak mungkin mempunyai arti lain. Artinya, makna lafaz tersebut dipahami secara definitif dan tidak memerlukan interpretasi atau penafsiran lebih lanjut. Ciri-ciri manthuq sharih yaitu Maknanya jelas dan tegas, tidak mengandung ambiguitas. Tidak ada kemungkinan interpretasi lain yang berbeda. Manthuq sharih adalah manthuq yang muncul dari wadhi’iyah iltizmiyah.

Diperkuat oleh dalil lain, seperti ayat Al-Qur’an, hadits, atau ijma’. Contoh Manthuq sharih adalah Ayat AL-Qur’an yang melarang pembunuhan salah satunya terdapat dalam surah AL- Maidah: 32. Contoh lain nya terdapat dalam salah satu satu hadis nabi Muhammad SAW yang mewajibkan shalat lima waktu.

  1. Manthuq Ghairu Sharih (Manthuq Tidak Jelas)

Manthuq ghairu sharih adalah lafaz yang memiliki makna yang tidak sejelas manthuq sharih, sehingga masih memungkinkan adanya interpretasi atau penafsiran lebih lanjut. Artinya, makna lafaz tersebut tidak dipahami secara definitif dan memerlukan penafsiran untuk menentukan makna yang tepat. Ciri- ciri manthuq ghairu sharih di antarnya adalah Maknanya tidak sejelas manthuq sharih, dan memungkinkan adanya interpretasi lain. Manthuq yang tidak jelas atau tidak timbul dari wadh’iyah iltizmiyah.

Diperlukan penafsiran dan analisis lebih lanjut untuk menentukan makna yang tepat. Bisa jadi memiliki makna yang konotatif atau metaforis. Contoh Manthuq ghairu sharih yaitu. Ayat AL-Qur’an yang menjelaskan kursi Allah di dalam salah satu surah yaitu AL-Baqarah: 255. Contoh lain nya yaitu yang terdapat dalam salah satu hadis nabi yang menganjurkan untuk bersedekah.

Manthuq juga memiliki karakteristik tersendiri yang dapat membantu untuk dapat membedakan nya dengan sumber-sumber hukum yang lain di antarnya adalah, Kejelasan tentang makna, keterpisahan yang artinya manthuq berdiri sendiri dan tidak bergantung pada penjelasan lain. Kepastian yang artinya manthuq bersifat pasti dan tidak dapat di interprestasikan. Manthuq juga berperan dalam penetapan hukum di anranya adalah, manthuq menjadi menjadi sumber hukum utama dalam menetapkan hukum islam. Dan ketika suatu hukum terdapat secara eksplisit dalam teks AL-Qur’an dan Hadist, maka hukum tersebut menjadi wajib untuk di pedomani. Manthuq sendiri sudah jelas bisa di jadikan hujjah karena lafaz nya yang jelas. Meskipun begitu manthuq tetap memiliki kelebihan dan kekurangan di antaranya adalah, kelebihan manthuq mudah di pahami, objektif dan akurat sedangkan kekurngan manthuq yaitu terbatas pada makna eksplisit, kaku dan literal, potensi multitafsir.

Daftar Pustaka

Abu Zahrah, Ushul al-fiqh. Jakarta: PT Pustaka Firdaus,1997 Baalbaki, Al-Mawrid Qamus Arabi – Inklizi, h. 1124

Fikri Muhammad, Qawa’id Tafsir (pekan baru Riau: Azka Pustaka)

Departemen Agama RI . AL-Qur’an dan terjemah nya. Surabaya : Jaya Sakti, 1989.

Example 300250

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.