Example 728x250
Keislaman

Mazhab Mu’tabar : Penegrtian dan Cara Taqlid Kepada Mazhab

156
×

Mazhab Mu’tabar : Penegrtian dan Cara Taqlid Kepada Mazhab

Share this article
Mazhab Mu'tabar : Penegrtian dan Cara Taqlid
Mazhab Mu'tabar : Penegrtian dan Cara Taqlid
Example 468x60
Pengertian Mazhab Mu’tabar

Pengertian mazhab secara bahasa artinya jalan yang dilalui dan dilewati yang menjadi tujuan seseorang. Penegtian mazhab secara istilah adalah:

  1. Menurut Wahbah Zuhaili madzhab adalah segala hukum yang mengandung berbagai masalah, baik dilihat dari aspek metode yang mengantar pada kehidupan secara keseluruhan maupun aspek hukumnya sebagai pedoman hidup.
  2. Madzhab menurut Ibrahim al-Bajuri dan Muhammad Syata al-Dimyati adalah pendapat para Imam yang berkaitan dengan hukum.
  3. Menurut Muslim Ibrahim madzhab adalah hasil ijtihad seorang mujtahid tentang hukum dalam Islam yang digali dari ayat Al-Qur’an atau hadis yang boleh di ijtihadi.

Dari definisi di atas dapat di simpulkan bahwa madzhab adalah hasil ijtihad dari seorang mujtahid, baik berupa hukum syari’at maupun metode penggalian hukum (ushul fiqih).

Definisi madzhab juga dapat di artikan sebagai aliran-aliran dalam  hukum syari’at yang di buat oleh seorang mujtahid-mujtahid tertentu yang bersumber  dari Al-Qur’an dan hadis dan sumber hukum syari’at lainnya.

Sedangkan bermazhab adalah mengikuti hasil ijtihad seseorang mujtahid, baik mengikuti dalam hukum syari’atnya maupun kaidah-kaidah istinbatul hukmi.

Cara Taqlid Kepada Mazhab

Dalam bertaklid seseorang harus taklid kepada seseorang memenuhi syarat-syarat mujtahid. Artinya seseorang yang hendak taklid harus selektif dalam memilih mazhabnya dan tidak boleh sembarangan dalam memilih madzhab. Nahdatul ulama’ hanya memperbolehkan bertaklid kepada empat madzhab yaitu Imam Syafi’i, Imam Hanafi, Imam Hambali dan Imam Maliki.

Dalam Islam, mazhab yang populer  terdapat empat madzhab, yaitu  madzhab Hanafiyah, Malikiyah, Syafi’iyah dan Hambali. Hal ini terjadi karena empat madzhab ini banyak pengikut dan penerusnya sehingga empat madzhab ini terus di ikuti hingga saat ini.

Walaupun demikian sebenarnya madzhab dalam banyak sekali tidak hanya terpaku kepada madzhab yang empat tersebut.

Namun madzhab-madzhab tersebut tidak memiliki penerus dan tidak ada kitab-kitab tinggalannya sehingga madzhab-madzhab tersebut punah dan tidak memiliki eksistensi.

Baca juga: Taklid : Definisi, Hukum, Dalil dan Contohnya

Berbeda dengan madzhab Hanafiyah, Malikiyah, Syafi’iyah dan Hambali, empat  madzhab ini memiliki penerus dari masa ke masa sehingga empat madzhab ini masih eksis hingga sekarang serta di ikuti oleh umat umat Islam di berbagai negara.

Ulama’ sepakat taklid kepada empat madzhab (Hanafiyah, Malikiyah, Syafi’iyah dan Hambali) di perbolehkan karena konsep madzhabnya jelas baik dari segi metodologinya maupun produk hukumnya.

Taqlid Kepada Selain Mazhab Empat

Sedangkan taklid kepada selain mazhab empat  ulama’ khilaf (berbeda pendapat) sebagaimana penjelasan berikut ini:

Pertama, menurut Ibnu Sholah dan mayoritas ulama’ mutaakhirin tidak memperbolehkan taklid kepada selain empat madzhab karena selain empat madzhab tersebut tidak memiliki kitab-kitab tinggalan yang jelas sehingga konsep madzhabnya juga tidak jelas.

Kedua, menurut Izzu Bin  Abdus Salam dan Ibnu Hajar di perbolehkan taklid kepada selain empat madzhab jika konsep madzhab jelas. Artinya di taklid kepada selain empat madzhab di perbolehkan jika madzhab tersebut memiliki metodologi istimbatul hukmi dan hukum yang jelas serta terbukukan dengan baik.

Ketiga, menurut sebagian ulama’ boleh dengan syarat 1). Penisbatan madzhabnya di ketahui; 2). Untuk konsumsi pribadi bukan untuk fatwa.

Sedangkan taklid yang tidak di perbolehkan yaitu:

Pertama Bertaklid kepada seseorang tanpa mengindahkan Al-Qur’an dan Hadis;  Kedua Bertaklid kepada seseorang yang tidak  memiliki kemampuan berijtihad; Ketiga, Taklid kepada orang yang mengaku bertaklid kepada imam mujtahid yang terkenal, sambil menyisipkan pendapatnya sendiri.

Refrensi:

1. Karimuddin, Muhammad Zuhdi. “Kedudukan Mazhab, Taklid Dan Ijtihad Dalam Islam.” Al-Qadha 6, no. 1 (2019): 55–65.
2. Misno. “Redefenisi Ijtihad Dan Taklid.” Al Mashlahah: Jurnal Hukum Dan Pranata Sosial Islam, 2014, 389–402.
3. Shuffah, Tim Kajian Ilmiah Ahla. Kamus Fiqih. Kediri: Purna Siswa MHM 2013, 2013.
Example 300250

Response (1)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.