Example 728x250
Tafsir Ayat Populer

Penafsiran Surah Al-Baqarah Ayat 223: Hubungan Suami Istri

93
×

Penafsiran Surah Al-Baqarah Ayat 223: Hubungan Suami Istri

Share this article
Penafsiran Surah Al-Baqarah Ayat 223: Hubungan Suami Istri
Penafsiran Surah Al-Baqarah Ayat 223: Hubungan Suami Istri
Example 468x60
SurahAl-Baqarah Ayat 223

نِسَاۤؤُكُمْ حَرْثٌ لَّكُمْ ۖ فَأْتُوْا حَرْثَكُمْ اَنّٰى شِئْتُمْ ۖ وَقَدِّمُوْا لِاَنْفُسِكُمْ ۗ وَاتَّقُوا اللّٰهَ وَاعْلَمُوْٓا اَنَّكُمْ مُّلٰقُوْهُ ۗ وَبَشِّرِ الْمُؤْمِنِيْنَ

Artinya: “Istri-istrimu adalah ladang bagimu, maka datangilah ladangmu itu kapan saja dan dengan cara yang kamu sukai. Dan utamakanlah (yang baik) untuk dirimu. Bertakwalah kepada Allah dan ketahuilah bahwa kamu (kelak) akan menemui-Nya. Dan sampaikanlah kabar gembira kepada orang yang beriman.” Al-Baqarah: 223)

Asbabun Nuzul

Asbabun Nuzul ayat ini adalah:

عن جابر قال: كانت اليهود تقول إذا جامعها من ورائها- أي يأتي امرأته من ناحية دبرها في قبلها-: إن الولد يكون أحول، فنزلت: نِساؤُكُمْ حَرْثٌ لَكُمْ.. الآية

Artinya: “Dari Jabir RA.  berkata:   orang-orang Yahudi berkata:  Ketika seseorang melakukan hubungan intim dari belakang maka anaknya  akan cacat. Kemudian turunlah ayat ini.”

Penafsiran

Ayat ini menjelaskan bahwa istri kalian bagaikan ladang milik kalian. Oleh karenanya tidak dosa melakukan hubungan intim dengan cara  yang  diinginkan kalian. Hal itu boleh-boleh saja. Tetapi yang di utamakan melakukan hubungan intim yang lebih baik.

Ayat ini menyangkal anggapan orang Yahudi yang menganggap jika seseorang menutupi istrinya dari belakang maka anaknya akan cacat. Hal ini tentu perlu diluruskan Karena jika tidak makan asumsi-asumsi seperti ini akan berkembang dan menyebar luas dalam masyarakat.

Padahal Ini adalah asumsi yang salah. Selain itu, masyarakat juga menduga bahwa melakukan hubungan suami istri dari belakang dianggap merupakan suatu yang tidak boleh.

Padahal hal tersebut tidak memiliki madharat apapun bagi pasangan.  Oleh  karenanya Alquran yang menjelaskan hal tersebut diperbolehkan dan tidak dilarang apalagi haram.

Dalam menyikapi permasalahan ini Al-Quran mengungkapkan dengan kata-kata majas, tidak menggunakan kata-kata yang sharih.  Hal ini memiliki tujuan-tujuan tersendiri, di antaranya:

1). Melakukan hubungan intim tujuannya bukan hanya seks mata tetapi tujuannya yaitu mencari keturunan.

2). Kata hartsakum yang berarti ladang memberikan pelajaran ladang yang baik akan mengeluarkan tumbuhan yang baik.

Jika ingin memiliki keturunan yang baik maka carilah pula ladang yang baik dan ladang yang baik juga tidak bisa menumbuhkan tumbuhan yang baik jika tidak ditanami  dengan benih yang baik. Maksudnya jika seseorang ingin memiliki keturunan yang baik (sholeh) maka  ia  dan istrinya harus sama-sama baik (sholeh), baik secara lahir maupun batin.

Itulah penafsiran surah Al-Baqarah Ayat 223 tentang Hubungan Suami Istri, semoga dapat memberi manfaat.

Referensi:

Ahmad Bin Mushthafa Al-Maraghi. Tafsir Al-Maraghi. Mesir: Syirkah Maktabah, 1946.

Az-Zuhaili, Wahbah Bin Mushthafa. Tafsir Al-Munir. Damaskusy: Dar al-Fikr, 1418.

 

Example 300250

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.