Example 728x250
Tafsir Ayat Populer

Penafsiran Surah Al-Baqarah Ayat 238 : Menjaga Shalat

33
×

Penafsiran Surah Al-Baqarah Ayat 238 : Menjaga Shalat

Share this article
Penafsiran Surah Al-Baqarah Ayat 238 : Menjaga Shalat
Penafsiran Surah Al-Baqarah Ayat 238 : Menjaga Shalat
Example 468x60

Surah Al-Baqarah Ayat 238

حَافِظُوْا عَلَى الصَّلَوٰتِ وَالصَّلٰوةِ الْوُسْطٰى وَقُوْمُوْا لِلّٰهِ قٰنِتِيْنَ

Artinya: “Peliharalah semua Shalat dan Shalat wustha. Dan laksanakanlah (Shalat) karena Allah dengan khusyuk.” (QS. Al-Baqarah 238)

Penafsiran

Pertama, Menurut Fakhrudin ar-Razi, semua ulama’ sepakat bahwa ayat ini adalah ayat yang memerintahkan menjaga shalat lima waktu yang di fardukan. Penafsiran Al-Shawatil Wustha dengan salat lima waktu karena kata tersebut menggunakan kata jamak yang memiliki jumlah minimal adalah tiga.

Sedangkan kata Al-Shawatil Wushtha tersebut menunjukkan kata jamak yang lebih dari tiga dan kata wustha tersebut tidak dapat tafsirkan dengan empat karena empat bukanlah wushtha.

Oleh karenanya kata wushtha harus ditafsiri lebih dari empat dan yang lebih dari empat yang wushtha yaitu minimal lima. Oleh karenanya al-Shawatil wushtha ditafsiri dengan salat lima waktu.

Kedua, Perintah menjaga salat adalah perintah untuk menjaga syarat-syaratnya, rukun-rukunnya, dan menjaga shalat dari hal-hal yang membatalkan shalat, baik yang membatalkan shalat dari hati, lisan maupun anggota tubuh.

Menjaga hal-hal yang membatalkan shalat secara batin adalah hal yang paling penting dalam permasalahan shalat karena menjaga hati itu adalah  tujuan pokok dari shalat. Sebagaimana firman Allah:

اِنَّنِيْٓ اَنَا اللّٰهُ لَآ اِلٰهَ اِلَّآ اَنَا۠ فَاعْبُدْنِيْۙ وَاَقِمِ الصَّلٰوةَ لِذِكْرِيْ

Artinya: “Sungguh, Aku ini Allah, tidak ada tuhan selain Aku, maka sembahlah Aku dan laksanakanlah salat untuk mengingat Aku. (QS. Thaha 14)

Atas penjelasan ayat ini maka mengingat Allah ketika shalat dan menjaga hati dari lupa dari-Nya adalah shalat yang sesungguhnya.

Ayat ini menjelaskan kewajiban menjaga shalat fardhu lima waktu.

Sedangkan ayat-ayat yang menjelaskan waktu shalat fardu ialah:

Pertama:

فَسُبْحانَ اللَّهِ حِينَ تُمْسُونَ وَحِينَ تُصْبِحُونَ وَلَهُ الْحَمْدُ فِي السَّماواتِ وَالْأَرْضِ وَعَشِيًّا وَحِينَ تُظْهِرُونَ [الرُّومِ: ١٧، ١٨]

  • حِينَ تُمْسُونَ shalat maghrib dan isya’.
  • وَحِينَ تُصْبِحُونَ shalat subuh.
  • عَشِيًّا shalat ashar.
  • حِينَ تُظْهِرُونَ shalat dhuhur.

Kedua:

أَقِمِ الصَّلاةَ لِدُلُوكِ الشَّمْسِ إِلى غَسَقِ اللَّيْلِ [الْإِسْرَاءِ: ٧٨]

Dhuhur, asyar, magrib, isya’ subuh.

Ketiga:

وَسَبِّحْ بِحَمْدِ رَبِّكَ قَبْلَ طُلُوعِ الشَّمْسِ وَقَبْلَ غُرُوبِها وَمِنْ آناءِ اللَّيْلِ فَسَبِّحْ وَأَطْرافَ النَّهارِ [طه: ١٣٠]

Ayat ini menjelaskan lima waktu shalat:

  • قَبْلَ طُلُوعِ الشَّمْسِ : shalat subuh
  • وَقَبْلَ غُرُوبِها : Ashar
  • وَمِنْ آناءِ اللَّيْلِ : Maghrib
    • وَأَطْرافَ النَّهارِ : Ujung Siang

Keempat:

وَأَقِمِ الصَّلاةَ طَرَفَيِ النَّهارِ وَزُلَفاً مِنَ اللَّيْلِ [هُودٍ: ١١٤]

طَرَفَيِ النَّهارِ : Shalat subuh dan ashar

وَزُلَفاً مِنَ اللَّيْلِ : Maghrib dan Isya’. Ada Sebagian ulama’ yang mewajibkan witir atas dasar ayat ini karena zulfa kata jamak yang bermakna 3.

QS. Al-Baqarah 239

فَاِنْ خِفْتُمْ فَرِجَالًا اَوْ رُكْبَانًا ۚ فَاِذَآ اَمِنْتُمْ فَاذْكُرُوا اللّٰهَ كَمَا عَلَّمَكُمْ مَّا لَمْ تَكُوْنُوْا تَعْلَمُوْنَ

Artinya: “Jika kamu takut (ada bahaya), Shalatlah sambil berjalan kaki atau berkendaraan. Kemudian apabila telah aman, maka ingatlah Allah (Shalatlah), sebagaimana Dia telah mengajarkan kepadamu apa yang tidak kamu ketahui.” (QS. Al-Baqarah 238)

Ayat ini menjelaskan ketika shalat khauf maka ketika shalat di perbolehkan shalat dengan berjalan dan menaik kendaraan.  Lafadh fain khiftum membuang maf’ul karena sudah di ketahui. Maf’ul yang di buang di sini lafadh ‘aduwu yang berarti musuh.

Zamakhsyari menafsiri fain khiftum farijalan rukbanan dengan takut dari musuh dan lainnya. Menurut Ar-Razi pendapat ini adalah pendapat yang shahih. Namun ada pula yang menafsiri dengan khawatir hilangnya waktu shalat jika mengakhirkan shalat hingga mengosongkan peperangan, maka shalatlah dengan berjalan kaki atau menaiki tunggangan.

Sahlat khauf ada dua: Pertama yaitu ketika dalam keadaan peperangan. Inilah yang di maksud dalam ayat ini. Kedua di dalam selain peperangan. Yang kedua ini yang di sebutkan dalam surat An-Nisa’ ayat 102 yaitu:

وَاِذَا كُنْتَ فِيْهِمْ فَاَقَمْتَ لَهُمُ الصَّلٰوةَ فَلْتَقُمْ طَاۤىِٕفَةٌ مِّنْهُمْ مَّعَكَ

Artinya: “Dan apabila engkau (Muhammad) berada di tengah-tengah mereka (sahabatmu) lalu engkau hendak melaksanakan salat bersama-sama mereka.” (QS. An-Nisa’ 102)

Itulah penafsiran surah Al-Baqarah 238 dan 115 tentang menjaga shalat, semoga dapat memberi manfaat.

Example 300250

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.