Example 728x250
Tafsir Ayat Populer

Penafsiran Surah Al-Jum’at Ayat 9 -11 : Shalat Jumat

59
×

Penafsiran Surah Al-Jum’at Ayat 9 -11 : Shalat Jumat

Share this article
Penafsiran Surah Al-Jum’at Ayat 9 -11 : Shalat Jumat
Penafsiran Surah Al-Jum’at Ayat 9 -11 : Shalat Jumat
Example 468x60
Surah Al-Jum’at Ayat 9 -11

يٰٓاَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوْٓا اِذَا نُوْدِيَ لِلصَّلٰوةِ مِنْ يَّوْمِ الْجُمُعَةِ فَاسْعَوْا اِلٰى ذِكْرِ اللّٰهِ وَذَرُوا الْبَيْعَۗ ذٰلِكُمْ خَيْرٌ لَّكُمْ اِنْ كُنْتُمْ تَعْلَمُوْنَ

 فَاِذَا قُضِيَتِ الصَّلٰوةُ فَانْتَشِرُوْا فِى الْاَرْضِ وَابْتَغُوْا مِنْ فَضْلِ اللّٰهِ وَاذْكُرُوا اللّٰهَ كَثِيْرًا لَّعَلَّكُمْ تُفْلِحُوْنَ

 وَاِذَا رَاَوْا تِجَارَةً اَوْ لَهْوًا ۨانْفَضُّوْٓا اِلَيْهَا وَتَرَكُوْكَ قَاۤىِٕمًاۗ قُلْ مَا عِنْدَ اللّٰهِ خَيْرٌ مِّنَ اللَّهْوِ وَمِنَ التِّجَارَةِۗ وَاللّٰهُ خَيْرُ الرّٰزِقِيْنَ ࣖ

Artinya: “Wahai orang-orang yang beriman! Apabila telah diseru untuk melaksanakan salat pada hari Jum‘at, maka segeralah kamu mengingat Allah dan tinggalkanlah jual beli. Yang demikian itu lebih baik bagimu jika kamu mengetahui. Apabila salat telah dilaksanakan, maka bertebaranlah kamu di bumi; carilah karunia Allah dan ingatlah Allah banyak-banyak agar kamu beruntung.  Dan apabila mereka melihat perdagangan atau permainan, mereka segera menuju kepadanya dan mereka tinggalkan engkau (Muhammad) sedang berdiri (berkhotbah). Katakanlah, “Apa yang ada di sisi Allah lebih baik daripada permainan dan perdagangan,” dan Allah pemberi rezeki yang terbaik. (QS. Al-Jum’ah: 9-11)

Asbabun Nuzul
  1. Hadis riwayat Imam Muslim:

عَنْ جَابِرِ بْنِ عَبْدِ اللَّهِ قَالَ بَيْنَا النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَائِمٌ يَوْمَ الْجُمُعَةِ إِذْ قَدِمَتْ عِيرٌ إِلَى الْمَدِينَةِ فَابْتَدَرَهَا أَصْحَابُ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ حَتَّى لَمْ يَبْقَ مَعَهُ إِلَّا اثْنَا عَشَرَ رَجُلًا فِيهِمْ أَبُو بَكْرٍ وَعُمَرُ قَالَ وَنَزَلَتْ هَذِهِ الْآيَةُ : وَإِذَا رَأَوْا تِجَارَةً أَوْ لَهْوًا انْفَضُّوا إِلَيْهَا

Artinya:  “Dari Jabir bin Abdullah ia berkata; Ketika Nabi SAW.. berdiri menyampaikan khutbah pada hari Jum’at, tiba-tiba datanglah suatu Kafilah dagang ke Madinah, maka para sahabat Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bergegas mendatanginya hingga tidak tersisa lagi orang yang bersamanya kecuali dua belas orang. Di antara mereka ada Abu Bakar dan Umar. Maka turunlah ayat ini: وَإِذَا رَأَوْا تِجَارَةً أَوْ لَهْوًا انْفَضُّوا إِلَيْهَا

  1. Asbabun Nuzul Dalam Tafsir Ibnu Katsir:

عَنْ جَابِرِ بْنِ عَبْدِ اللَّهِ قَالَ: بَيْنَمَا النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَخْطُبُ يَوْمَ الْجُمُعَةِ،فَقَدِمَتْ عيرٌ إِلَى الْمَدِينَةِ، فَابْتَدَرَهَا أصحابُ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ، حَتَّى لَمْ يَبْقَ مَعَ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ إِلَّا اثْنَا عَشَرَ رَجُلًا فَقَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: “وَالَّذِي نَفْسِي بِيَدِهِ، لَوْ تَتَابَعْتُمْ حَتَّى لَمْ يَبْقَ مِنْكُمْ أَحَدٌ، لَسَالَ بِكُمُ الْوَادِي نَارًا” وَنَزَلَتْ هَذِهِ الْآيَةُ: {وَإِذَا رَأَوْا تِجَارَةً أَوْ لَهْوًا انْفَضُّوا إِلَيْهَا وَتَرَكُوكَ قَائِمًا} وَقَالَ: كَانَ فِي الِاثْنَيْ عَشَرَ الَّذِينَ ثَبَتُوا مَعَ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: أَبُو بَكْرٍ، وَعُمَرُ، رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُمَا

Artinya: “Dari Jabir ibnu Abdullah yang mengatakan bahwa ketika Rasulullah SAW.. sedang berkhotbah Jumat, datanglah iringan kafilah ke Madinah. Maka para sahabat bergegas menuju kepadanya, sehingga tiada yang tertinggal bersama Rasulullah SAW.. selain dari dua belas orang lelaki.

Maka Rasulullah SAW.. bersabda: Demi Tuhan yang jiwaku berada di dalam genggaman kekuasaan­Nya, seandainya kalian semua terpengaruh hingga tiada seorang pun dari kalian yang tersisa, niscaya lembah ini akan mengalirkan api membakar kalian semua.

Lalu turunlah ayat berikut, yaitu firman-Nya: Dan apabila mereka melihat perniagaan atau permainan, mereka bubar untuk menuju kepadanya dan mereka tinggalkan kamu sedang berdiri (berkhotbah). (Al-Jumu’ah: 11) Jabir ibnu Abdullah melanjutkan, bahwa di antara kedua belas orang yang tetap mendengarkan khotbah Rasulullah SAW.. adalah Abu Bakar dan Umar RA.

Penafsiran Kewajiban Ketika Jumat Tiba

يٰٓاَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوْٓا اِذَا نُوْدِيَ لِلصَّلٰوةِ مِنْ يَّوْمِ الْجُمُعَةِ فَاسْعَوْا اِلٰى ذِكْرِ اللّٰهِ

Artinya: “Wahai orang-orang yang beriman! Apabila telah diseru untuk melaksanakan salat pada hari Jum‘at, maka segeralah kamu pergi mengingat Allah” (QS. Al-Jum’ah: 9)

Ayat ini menjelaskan tentang salat Jumat ketika adzan sudah dikumandangkan agar umat Islam segera pergi untuk melaksanakan salat dan mendengarkan khutbah.

Panggilan untuk melaksanakan shalat jumat di ungkapkan dengan kata nudiya. Nudiya adalah fiil madi yang berasal dari masdar, nida’. Nida’ secara lughuwi memiliki arti mengundang dengan suara yang keras. Namun yang dimaksud di sini adalah azan dan pemberitahuan masuknya salat Jumat.

Perintah berangkat ke masjid pada shalat jum’at ulama’ berbeda pendapat, apakah azan pertama atau azan khutbah. Menurut Dahak Hasan, dan Atho’ yang wajib adalah ketika mendengarkan azan yang pertama.

Namun pendapat ini tidak sesuai dengan pendapat Imam Syafi’i. Menurutnya  kewajibannya tersebut yaitu ketika masuk azan khutbah, bukan azan yang pertama.

Kata al-Sa’yu makna asalnya adalah berjalan dengan berlari kencang. Tapi makna asal ini tidak dimaksud dalam ayat ini.  Yang dimaksud dalam ayat ini adalah berjalan dengan cepat tanpa berlebihan.

Yang di maksud dengan dzikrillah  adalah salat Jumat. Ada  pula yang menafsirinya dengan khutbah. Menurut Ali Shabuni,  penafsiran yang shahih  adalah menafsirinya dengan Salat Jumat dan khutbah  karena keduanya mengandung dzikir kepada Allah.

Khutbah merupakan pengganti dari dua rakaat salat Jumat. Salat Jumat  disyariatkan dengan dua rakaat karena dua rakaatnya diganti dengan khutbah.  oleh karenanya khutbah menjadi syarat bagi salat Jumat. Tujuan khutbah disyariatkan yaitu untuk mendengarkan mauidhah,

Oleh karenanya di dalam sebuah diwajibkan Rukun-rukun yang dapat memberi mauidhah  Seperti Membaca ayat Al-Qur’an,  Hamdalah dan Berwasiat untuk bertakwa kepada Allah..  sedangkan di Indonesia  terjadi tradisi khutbah dalam dua jenis,  yaitu khutbah dengan bahasa Arab dan khutbah dengan bahasa Arab yang juga ada bahasa Indonesianya.

Bagi ulama yang memandang  khutbah adalah mauidhah maka khutbah yang berbahasa Arab  tidak memenuhi tujuan-tujuan di syariatkannya  khutbah itu sendiri.  Karena khotbah dengan berbahasa Arab tidak dapat  memahamkan jamaah salat Jumat.

Walaupun terdapat ulama yang memperbolehkan khutbah dengan bahasa Arab walaupun tidak di negara Arab,  tetapi jika jamaahnya tidak paham maka hal tersebut akan sia-sia dan tujuan di syariatkannya khotbah tidak tercapai.

Jumat mimnya dapat dibaca dammah,  sukun dan fathah.  Ketika dibaca fathah maka itu adalah sifat dari hari Jumat yang merupakan hari tempat berkumpulnya manusia.

Menurut Ibnu Abbas bacaan yang paling fasih adalah Jumat yang dibaca dammah mimnya. Jumat adalah hari yang baik di antara 7 hari lainnya . Oleh karenanya pada hari ini manusia berkumpul untuk melaksanakan salat.

Orang Arab menamai hari ini dengan nama “‘arubah” yang memiliki arti Rahmat yang didatangkan. Orang yang pertama kali menamai Jumat dengan Jumat ialah Ka’ab Bin Lubai.

Hari Jumat adalah hari berkumpulnya penduduk Madinah sebelum Nabi Muhammad SAW.. Hijrah dan tinggal di Madinah untuk dzikir dan bersyukur kepada Allah Swt. Sedangkan Umat Yahudi berkumpul untuk beribadah pada hari Sabtu, dan Umat Nasrani beribadah pada hari minggu.

Alasan mengapa hari Jumat di jadikan sebagai hari ibadah yang mewajibkan Umat Islam berkumpul karena hari Jumat memiliki keutamaan-keutamaan yang banyak sekali, di antaranya ialah:

  1. Hadis Riwayat Imam Muslim:

روى مسلم في «صحيحة» عن النبي صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّم َ أنه قال: «خيرُ يوم طلعت عليه الشمس يوم الجمعة، فيه خُلِقَ آدم، وفيه أُدخل الجنة، وفيه أُخرج منها، ولا تقوم الساعة إلا في يوم الجمعة»

Artinya: Diriwayatkan dari imam muslim dalam kitab shahihnya, dari Nabi Muhammad SAW..  Beliau bersabda :  hari  yang paling baik Yang di dalamnya matahari terbit  adalah hari Jumat.  pada hari Jumat Nabi Adam AS diciptakan,  Pada  hari Jumat Nabi Adam dimasukkan ke dalam surga dan   pada hari itu pula Nabi Adam dikeluarkan dari surga. Serta pada hari Jumat pula Hari kiamat tiba. (HR. Muslim)

  1. Hadis Riwayat Imam Malik:

 قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ خَيْرُ يَوْمٍ طَلَعَتْ عَلَيْهِ الشَّمْسُ يَوْمُ الْجُمُعَةِ فِيهِ خُلِقَ آدَمُ وَفِيهِ أُهْبِطَ مِنْ الْجَنَّةِ وَفِيهِ تِيبَ عَلَيْهِ وَفِيهِ مَاتَ وَفِيهِ تَقُومُ السَّاعَةُ وَمَا مِنْ دَابَّةٍ إِلَّا وَهِيَ مُصِيخَةٌ يَوْمَ الْجُمُعَةِ مِنْ حِينِ تُصْبِحُ حَتَّى تَطْلُعَ الشَّمْسُ شَفَقًا مِنْ السَّاعَةِ إِلَّا الْجِنَّ وَالْإِنْسَ وَفِيهِ سَاعَةٌ لَا يُصَادِفُهَا عَبْدٌ مُسْلِمٌ وَهُوَ يُصَلِّي يَسْأَلُ اللَّهَ شَيْئًا إِلَّا أَعْطَاهُ إِيَّاهُ

Artinya: Rasulullah SAW..  bersabda: “Sebaik-baik hari yang matahari terbit di dalamnya adalah hari Jum’at. Pada hari tersebut Adam diciptakan dan diturunkan dari surga. Pada hari itu Adam diterima taubatnya. Pada hari itu Adam meninggal dunia, dan pada hari itu akan terjadi kiamat.

Tiada seekor binatang melatapun kecuali akan mendengar, dari pagi sampai matahari terbit karena takut dengan Hari Kiamat, kecuali jin dan manusia. Di dalamnya ada satu waktu, tiada seorang hamba muslim yang menepatinya dengan berdiri shalat, memohon sesuatu pada Allah, melainkan Allah pasti akan memberikan kepadanya apa yang dipinta. (HR. Malik)

  1. Hadis Riwayat Abu Daud:

 الْأَشْعَثِ الصَّنْعَانِيِّ عَنْ أَوْسِ بْنِ أَوْسٍ قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ إِنَّ مِنْ أَفْضَلِ أَيَّامِكُمْ يَوْمَ الْجُمُعَةِ فِيهِ خُلِقَ آدَمُ وَفِيهِ قُبِضَ وَفِيهِ النَّفْخَةُ وَفِيهِ الصَّعْقَةُ فَأَكْثِرُوا عَلَيَّ مِنْ الصَّلَاةِ فِيهِ فَإِنَّ صَلَاتَكُمْ مَعْرُوضَةٌ عَلَيَّ قَالَ قَالُوا يَا رَسُولَ اللَّهِ وَكَيْفَ تُعْرَضُ صَلَاتُنَا عَلَيْكَ وَقَدْ أَرِمْتَ يَقُولُونَ بَلِيتَ فَقَالَ إِنَّ اللَّهَ عَزَّ وَجَلَّ حَرَّمَ عَلَى الْأَرْضِ أَجْسَادَ الْأَنْبِيَاءِ

Artinya: “Telah menceritakan kepada kami [Harun bin Abdullah] telah menceritakan kepada kami [Husain bin Ali] dari [Abdurrahman bin Yazid bin Jabir] dari [Abu Al Asy’Ats Tsauri Ash Shan’ani] dari [Aus bin Aus] dia berkata; Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda:

“Sesungguhnya di antara hari-harimu yang paling utama adalah hari Jum’at, pada hari itu Adam di ciptakan, pada hari itu beliau wafat, pada hari itu juga ditiup (sangkakala) dan pada hari itu juga mereka pingsan.

Maka perbanyaklah shalawat kepadaku -karena- shalawat kalian akan disampaikan kepadaku.” Aus bin Aus berkata; para sahabat bertanya; “Wahai Rasulullah Shalallahu, bagaimana mungkin shalawat kami bisa disampaikan kepadamu, sementara anda telah tiada (meninggal)? -atau mereka berkata;

“Telah hancur (menjadi tulang) “- Beliau bersabda: “Sesungguhnya Allah Azza wa Jalla mengharamkan bumi untuk memakan jasad para Nabi.” (HR. Abu Daud)

Larangan Ketika Jumat Tiba

وَذَرُوا الْبَيْعَۗ ذٰلِكُمْ خَيْرٌ لَّكُمْ اِنْ كُنْتُمْ تَعْلَمُوْنَ

Artinya: “Dan tinggalkanlah jual beli. Yang demikian itu lebih baik bagimu jika kamu mengetahui”. (QS. Al-Jum’ah: 9)

Ayat ini memerintahkan untuk meninggalkan jual beli ketika Jum’at telah tiba. Menurut Imam Syafi’i larang ini mulai azan di kumandangkan sampai waktu shalat.

Larangan ini adalah larangan yang bersifat haram. Namun larangan ini tidak menyebabkan batalnya jual beli dan mu’amalah yang di lakukan pada saat jum’at tiba, pendapat ini adalah pendapat kebanyakan Ulama’.

Alasan mengapa tidak membatalkan karena yang di larang adalah waktu jual-belinya bukan barang jual-belinya oleh karenanya tidak batal. Dalam masalah ini Imam Malik berbeda pendapat, menurutnya jual beli yang di lakukan pada saat Jum’at tiba maka hukumnya batal,

namun Imam Malik tidak membatalkan akad memerdekakan budak, nikah, talak, akad syirkah, hibah dan sedekah. Menurutnya hal-hal tersebut tidak batal karena hal tersebut tidak termasuk dalam aktivitas yang jarang di lakukan dalam keseharian manusia.

Berbeda dengan jual beli, hal ini merupakan aktivitas harian manusia sehingga dapat menyibukkan dari shalat jum’at.

Penafsiran dzarul bayi’ adalah meninggalkan jual beli, mu’amalah dan segala urusan perdagangan dan pekerjaan.  Menurut alusi yang dimaksud dengan dzarul bayi’  adalah muamalah,  karena kata muamalah mengandung jual beli,  sewa-menyewa dan muamalah lainnya.

Al-Qurtubi menafsirkannya dengan jual beli saja.  karena menurutnya jual beli adalah aktivitas yang paling menyibukkan orang-orang di pasar.

Pada akhir ayat ini Allah menjelaskan ttujuan dari ayat ini yaitu agar umat Islam mendapatkan yang terbaik. Alasan mengapa jika melakukan yang demikian itu mendapatkan yang terbaik karena salat banyak sekali manfaatnya sebagaimana yang dijelaskan pada penafsiran QS.  Al-Isra’ ayat 78 bahwa salat memiliki hikmah-hikmah yang sangat besar,

di antaranya yaitu dapat mempermudah aktivitas dan  pekerjaan yang dilakukan oleh manusia  mengingat salat adalah munajat hamba kepada Tuhannya yang mana di dalamnya mengandung doa-doa yang dapat mengantarkannya meminta sesuatu yang terbaik untuknya.

Dengan demikian apa yang dia kerjakan dan aktivitasnya dapat dilakukan dengan mudah dan baik. Selain itu, ketika seseorang  melaksanakan salat  dan mengingat Allah maka ia akan dapat istirahat dari pekerjaannya serta dapat pencerahan-pencerahan ketika mendengarkan khutbah.

Dengan demikian maka orang tersebut akan melaksanakan pekerjaan dan muamalah dengan baik yang sesuai dengan syariat pada saat  khutbah,  Iya dapat mendengarkan nasehat-nasehat agar bertakwa kepada Allah dan taat kepadanya.

Itulah penafsiran surah Al-Jum’at Ayat 9 -11 tentang Shalat Jumat, semoga dapat memberi manfaat.

Example 300250

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.