Example 728x250
Tafsir Ayat Populer

Penafsiran Surah Al-Maidah Ayat 58 : Adzan

54
×

Penafsiran Surah Al-Maidah Ayat 58 : Adzan

Share this article
Penafsiran Surah Al-Maidah Ayat 58 : Adzan
Penafsiran Surah Al-Maidah Ayat 58 : Adzan
Example 468x60
Surah Al-Maidah Ayat 58
وَاِذَا نَادَيْتُمْ اِلَى الصَّلٰوةِ اتَّخَذُوْهَا هُزُوًا وَّلَعِبًا ۗذٰلِكَ بِاَ نَّهُمْ قَوْمٌ لَّا يَعْقِلُوْنَ

Artinya:   Dan apabila kamu menyeru (mereka) untuk (melaksanakan) Shalat, mereka menjadikannya bahan ejekan dan permainan. Yang demikian itu adalah karena mereka orang-orang yang tidak mengerti.

Penafsiran

Menurut Imam Fakhruddin Ar-Razi ayat ini adalah ayat yang menetapkan di syariatkannya adzan. Dengan demikian maka syari’at adzan tidak hanya di tetapkan lewat mimpi tetapi juga di tetapkan melalui Al-Quran.

Ayat ini menjelaskan tentang orang-orang yang mengolok-olok azan dikumandangkan.

Kata yang digunakan Al-Qur’an dalam menyebut orang yang mengolok-olok azan yaitu dengan menggunakan kata dhamir. Ulama’ berbeda pendapat dalam menafsirkannya.

Bila dilihat dari munasabahnya, maka damir tersebut kembali kepada orang  yang disebutkan  dalam ayat sebelumnya,  yaitu Ahlul kitab dan orang-orang kafir.

Fahrudin ar-razi menafsirkan marji’ damir dalam ayat ini sebagai berikut:

Pertama, marji’ dhomir dalam ittahadzu kembali kepada seorang laki-laki dari umat Nasrani Madinah  ketika mendengar adzan

 أَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا رَسُولُ اللَّه

Mereka berkata orang yang bohong dibakar . Lalu pada suatu malam pelayannya masuk dengan membawa api lalu melihat percikan-percikan di dalam rumahnya,  lalu  terbakarlah dia,  keluarganya dan rumahnya.

Kedua, damir dalam ittakhadzu kembali kepada seorang munafiq yang mengejek  muadzin Rasulullah yang adzan untuk Shalat. Orang Yahudi tersebut berkata begini dengan tujuan mengejek :

قَامُوا لَا قَامُوا، صَلَّوْا لَا صَلَّوْا 

Artinya: Berdirilah kalian,  jangan berdiri,  Sholatlah kalian, jangan Shalat. Lalu atas peristiwa tersebut turunlah ayat ini.

Ketiga, Dikatakan seorang munafik menertawakan umat Islam ketika melaksanakan Shalat.

Ketiga, damir dalam ittakhadzu kembali kepada seseorang yang berkata: Wahai Muhammad engkau telah membuat sesuatu yang belum pernah didengar pada masa sebelumnya.

Jika engkau seorang nabi maka engkau sungguh telah berbeda dengan apa yang diajarkan oleh semua nabi. Maka dari mana suara yang seperti suara keledai ( maksudnya suara azan). Setelah perkataan ini maka turunlah ayat ini.

Itulah penafsiran Surah Al-Maidah Ayat 58 tentang adzan, semoga dapat memberi manfaat

Example 300250

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.