Example 728x250
Ulumul Quran

Signifikansi Kisah dalam Al Qur’an

58
×

Signifikansi Kisah dalam Al Qur’an

Share this article
Example 468x60

Penulis: Afifah Yulan Gustin, Mahasiswa IPS 2023 IAIN Ponorogo

Al-Qur’an Media – Kisah al-Qur’an merupakan kata yang berasal dari bahasa arab, yakni dari kata Qashash dan al-Qur’an. Kata qashash merupakan jamak dari qishshah yang berarti kisah, cerita, atau hikayat. Kalimat qishash bentuk plural dari kata qishshah, apabila disambung dengan al-Qur’an maka boleh dibaca qashash atau qishash, maka menjadi Qashashul Qur’an atau Qishashul Qur’an, kedua-duanya dalam bahasa Indonesia berarti kisah-kisah al-Qur’an. Kata kisah mempunyai persamaan makna dalam bahasa arab dengan lafaz sejarah, tarikh, sirah, dan atsar. Akan tetapi kata-kata itu tidak terdapat dalam al-Qur’an, hanya kata kisah yang dipakai al- Qur’an setelah menceritakan suatu rangkaian, baik itu kisah Nabi dengan umatnya maupun kisah-kisah lainnya. Maka kisah secara bahasa mempunyai banyak arti ada yang artinya mengikuti jejak, berita yang berurutan dan urusan, berita, perkara, dan keadaan. Jadi, dari keterangan kata kisah menurut bahasa, dapatlah dikatakan bahwa kisah al-Qur’an adalah kisah- kisah yang tedapat dalam al-Qur’an.

Setiap kisah yang terdapat dalam Al-Quran memiliki tujuan yang mendalam dan penting dalam ajaran Islam. Salah satunya adalah untuk meringankan beban jiwa para nabi dan orang beriman. Tantangan yang dihadapi oleh para nabi seringkali sangat berat, dan kisah-kisah dalam Al-Quran memberikan ketenangan dan kekuatan bagi mereka untuk tetap teguh dalam ajaran Allah. Tidak hanya itu, kisah dalam Al-Quran juga bertujuan untuk menguatkan keimanan dan keyakinan umat Islam. Kisah-kisah yang terdapat dalam Al-Quran mengandung nilai-nilai baru yang membentuk jiwa-jiwa yang kokoh dalam mempertahankan keimanan dan memperjuangkan ajaran Islam. Kisah-kisah tersebut juga menumbuhkan kepercayaan diri dan ketenteraman dalam diri umat Islam. Pertolongan dan kemenangan yang diceritakan dalam kisah Al-Quran memberikan keyakinan bahwa Allah senantiasa bersama orang-orang yang beriman, sehingga menghilangkan ketakutan dan kegelisahan dalam menjalani kehidupan. Dan tentu saja, salah satu tujuan utama dari kisah Al-Quran adalah untuk membuktikan kerasulan Nabi Muhammad SAW dan wahyu yang diturunkan Allah SWT kepadanya. Kisah-kisah yang mengisahkan kehidupan dan tantangan Nabi Muhammad SAW adalah bukti dari kerasulannya dan kebenaran ajaran yang dibawanya..

Ragam Kisah Al-Qur’an 

Kisah dalam Al-Quran memiliki ragam yang beragam, mencakup berbagai jenis kisah yang memberikan pelajaran dan inspirasi bagi umat Islam. Demikian juga Muhammad Chirzin dalam bukunya al-Qur’an dan ‘Ulumul Qur’an3. Kisah-kisah tersebut dapat dibedakan menjadi beberapa kategori, antara lain:

  • Kisah Para Nabi: Salah satu kategori utama dalam qashash adalah kisah para nabi seperti Nabi Ibrahim, Musa, Isa, dan lain-lain. Kisah-kisah ini mengandung pesan dakwah mereka kepada kaumnya serta mukjizat-mukjizat yang mendukung kenabian mereka.
  • Kisah-Kisah Masa Lalu dan Orang-Orang Tidak Dipastikan Kenabiannya: Kisah Al- Quran juga memuat kisah-kisah tentang peristiwa-peristiwa masa lalu dan orang-orang byang tidak dipastikan kenabiannya seperti kaum Nabi Nuh, kaum Tsamud, dan lain-lain. Kisah-kisah ini memberikan pelajaran tentang akibat dari orang-orang yang mendustakan ajaran Allah.
  • Kisah-Kisah Masa Rasulullah SAW: Ada juga kisah-kisah yang terkait dengan peristiwa- peristiwa pada masa Rasulullah SAW seperti perang Badar, Uhud, Hijrah, dan lain-lain. Kisah-kisah ini mengisahkan pengalaman dan perjuangan umat Islam dalam mempertahankan agama mereka.

Pentingnya Kisah Al-Qur’an Dalam Ajaran Agama Islam

Salah satu tujuan Allah menyampaikan kisah adalah agar manusia berpikir dan mengambil pelajaran. Kisah-kisah Al-Qur’an bukan sekedar cerita yang mempunyai nilai sastra yang besar, namun juga merupakan media untuk mewujudkan tujuan tersebut. Di sisi lain, tujuan utama Cerita Quran adalah untuk memenuhi tujuan Tuhan dan keinginan manusia. Belajar dari cerita dan mendapat bimbingan dari Allah.

Kisah Al-Quran memiliki peran yang sangat penting dalam pemahaman agama Islam. Kisah- kisah yang terdapat dalam Al-Quran tidak hanya sekadar cerita-cerita yang menarik, tetapi juga merupakan sumber pengajaran dan petunjuk bagi umat Islam. Setiap kisah dalam Al-Quran mengandung nilai-nilai moral yang luhur dan mengajarkan prinsip-prinsip ajaran agama Islam. Mereka memberikan contoh-contoh nyata tentang bagaimana seharusnya seorang muslim bertindak dan menjalani kehidupan mereka sesuai dengan ajaran Allah. Selain itu, kisah Al- Quran juga mengandung pesan-pesan dakwah yang relevan dengan kondisi dan tantangan yang dihadapi umat Islam pada masa itu maupun masa sekarang. Mereka mengajarkan tentang pentingnya mempertahankan keimanan, berjuang untuk kebenaran, dan menjauhi segala bentuk kemungkaran. Dengan memahami kisah Al-Quran, umat Islam dapat lebih memperdalam pengertian mereka tentang ajaran agama dan mengambil hikmah serta pelajaran dari setiap kisah yang terdapat dalam kitab suci mereka. Hal ini akan membantu mereka menjadi muslim yang lebih baik dan mampu menghadapi segala tantangan dalam kehidupan mereka dengan penuh keyakinan dan keteguhan iman.

Kisah-kisah dalam Al-Quran, adalah bagian integral dari ajaran agama Islam yang memiliki tujuan, ragam, dan pentingnya tersendiri. Melalui kisah ini, umat Islam dapat memperoleh pengajaran, inspirasi, dan petunjuk yang mendalam tentang bagaimana menjalani kehidupan mereka sesuai dengan ajaran Allah. Dengan memahami dan menghayati setiap kisah dalam Al-Quran, umat Islam dapat memperkuat keimanan mereka dan menjadi pribadi yang lebih baik dalam menjalani kehidupan ini sesuai dengan ajaran agama Islam.

Daftar Pustaka

Ahmad Warson Munawwir, Al-Munawwir Kamus Arab-Indonesia, (Surabaya : Progressif, 1997) Al-Qattan, Manna Khalil. 2011. Studi Ilmu-ilmu Quran. Jakarta: PT Pustaka. Litera Antarnusa

26Mustafa al-Bagha danMahyudin Mustawa, al-Wâdheh Fî ‘Ulum al-Qur’an, Cet. II ( Damskus : Darl Ulumul Insaniyah, 1998 ) Nur Faizin, 10 Tema Kontroversial ‘Ulumul Qur’an, Cet. I (JawaTimur : Azhar Risalah, 2011)

Example 300250

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.